Tampilkan postingan dengan label inflation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inflation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

Emas — Obat Manjur bagi Penyakit Ekonomi



Logam mulia, khususnya emas, telah menjadi obat manjur untuk penyakit ekonomi bagi investor di seluruh dunia, dengan banyak orang menimbun emas. Para investor membeli emas dan logam mulia lainnya untuk mengantisipasi dampak inflasi, ketidak pastian pasar, dan kekhawatiran kegagalan pasar saham.

“Setiap investor pasar saham harus jeli dalam menyeimbangkan risiko pasar dengan logam mulia sebenarnya dan bukan hanya saham emas, seperti halnya semua saham, yang memiliki risiko usaha maupun risiko pasar (dan bisa sangat mudah sekali bergejolak),” saran Monex, sebuah perusahaan investasi, di situsnya.

Selera investor mengarah pada logam mulia, khususnya emas, telah meningkat karena nilai dari logam tersebut telah naik secara substansial sejak Januari 1971, ketika satu ons emas berharga 38 dolar AS, satu ons platina berharga 109,50 dolar, satu ons paladium berharga 35,04 dolar, dan satu ons perak, 1,394 dolar kurang dari 2 dolar.

Kamis, 24 Februari 2011

Emas sebagai Penangkal Inflasi


Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang. 

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya. 

Menurut keparahannya, ada tiga tipe inflasi:

Membeli Emas berarti Melindungi Kekayaan Anda

Tahukah Anda bagaimana cara perusahaan-perusahaan besar melindungi aset bisnisnya? Mereka memiliki cara melindungi aset dengan hedging. Sebagai contoh saja, misal perusahaan tersebut memiliki hutang dalam bentuk valuta asing yang jatuh tempo dalam lima tahun yang akan datang. Maka perusahaan tersebut akan meneken kontrak pembelian valuta asing pada nilai yang disepakati, dengan tanggal realisasi sesuai jatuh tempo hutang. Memang ada biaya yang dikenakan, tapi bagi perusahaan besar tidak jadi masalah. Lebih baik membayar biaya yang besarnya dapat dipastikan, daripada menanggung resiko yang tidak terbatas. Dengan kata lain lebih baik membayar biaya untuk memperoleh nilai kurs yang terjangkau, daripada menghadapi resiko membengkaknya hutang berlipat ganda akibat gejolak nilai tukar.

Untuk kita, masyarakat umum, tentunya agak sulit untuk melakukan hedging seperti yang dilakukan perusahaan besar. Karena tentunya lebih rumit dan akses pun terbatas, dan aset yang dimilikipun tidak selalu terkait dengan nilai dollar. Karena itu, hedging yang bisa dilakukan untuk masyarakat umum yaitu dengan membeli emas atau menabung dalam bentuk emas.

Emas sebagai Hedging

Bagi masyarakat di Indonesia, seharusnya berinvestasi dalam emas lebih diperhatikan dibandingkan investasi lainnya dikarenakan perekonomian indonesia sering kali rentan terhadap krisis. Begitu terjadi krisis, nilai rupiah anjlok dan sebagai besar masyarakat akan kehilangan daya beli dan menurun kesejahteraannya. Secara struktural, ekonomi indonesia cukup rawan terhadap inflasi. Selalu saja ada alasan untuk menaikkan harga barang-barang pokok. Pemerintah bisa menaikkan BBM, dan pengusaha bisa menaikkan harga barang dan jasa, dan akibatnya rupiah selalu jadi kehilangan nilainya.

Sebagai contoh berapakah nilai satu dollar AS terhadap rupiah? Jawabannya adalah bukan Rp.10.000,- melainkan Rp.1.000.000,-  sebab pada tahun sekitar 1960han, pemerintah pernah melakukan pemotongan nilai rupiah dari Rp.1000,- ke Rp.1. Kebijakan saat itu menghancurkan daya beli masyarakat, tetapi tetap ditempuh pemerintah untuk menyeimbangkan kembali perekonomian makro.

Apa yang membuat kami ingin masuk ke Industri Emas?

Ada beberapa faktor yang membuat kami ingin masuk ke Industri Emas:
  1. Inflasi yang selalu menghantui ekonomi dunia
  2. Krisis Ekonomi yang mengakibatkan runtuhnya bursa saham (contoh: krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, kasus subprime mortgage di Amerika pada tahun 2008)
  3. Ketidakstabilan Politik (contoh: kerusuhan di Los Angeles pada tahun 1992 dan di Indonesia pada tahun 1998)
  4. Pelaku bisnis yang mengalami kerugian selama krisis ekonomi