Kamis, 24 Februari 2011

Investasi di Logam Mulia

Tahukah Anda bahwa investasi di logam mulia merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua yang sudah dilakukan oleh manusia sejak dulu?

Sejak jaman dulu, logam mulia sudah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang.  Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, logam mulia salah satunya  dalam bentuk emas, tetap menunjukkan keperkasaannya.

Memang logam mulia bersifat defensif yaitu untuk melindungi Anda dari perekonomian yang memburuk. Tapi logam mulia juga bisa ofensif untuk mencari keuntungan tinggi melalui spekulasi. Memang lebih disarankan, investor menggunakan logam mulia untuk yang lebih bersifat defensif atau lindung nilai dibandingkan dengan yang infensif.

Apa itu Logam Mulia?

Apa itu logam mulia? Logam mulia merupakan jenis logam yang tahan terhadap korosi dan juga oksidasi. Contoh logam yang termasuk dalam kategori logam mulia ini adalah emas, perak dan juga platina. Karena sifat logam mulia tersebut yang tahan terhadap korosi dan juga langka (sumber daya alam yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui) maka logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi.

Pada saat ini, jenis logam mulia  lebih identik juga dengan emas dibandingkan dengan perak maupun platina. Padahal perak dan platina pun termasuk dalam jenis logam mulia. Mungkin hal ini dikarenakan masyarakat umum lebih mengenal dan banyak berinvestasi dalam logam mulia emas.  Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas, perak), bahan tahan karat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis (misalnya platina).

Harga Emas dan Faktor yang Mempengaruhinya

Harga Emas :
 

Sepanjang sejarah emas sudah sering dipakai sebagai uang dan sebagai tolak ukur atau patokan harga untuk komoditas lainnya. Sesudah perang Dunia ke II standar emas dibentuk mengikuti konferensi 1946 Bretton Woods, untuk memperbaiki peraturan dan prosedur standar harga emas dengan patokan harga $35 per Troy Ounce (1 Troy Ounce = 31.1035 Gram). Sistem tersebut terbentuk dan dipakai sampai tahun 1971 , ketika presiden Nixon, AS, menghentikan secara langsung sistem harga emas tersebut dengan dolar Amerika Serikat.

Sejak 1968 patokan harga emas dikenal sebagai London Gold Fixing, sebuah hubungan perdagangan dengan menggunakan telepon sebanyak dua kali dalam satu hari menjumpai wakil dari lima perusahaan untuk bertukar batangan emas. Selanjutnya, hubungan bertukar emas batangan itu berkembang dan menjadi perdagangan aktif berdasarkan intra-hari Spot harga emas, Spot harga emas didapat dari pasar yang bertukar emas di seluruh dunia sewaktu mereka membuka dan tutup pasar sepanjang hari.

Tips Investasi Logam Mulia

Kita ketahui bahwa logam mulia memiliki beberapa pilihan, satu diantaranya adalah emas. Logam mulia ini paling banyak dicari dan digemari masyarakat, hal ini dikarenakan emas selain digunakan sebagai instrument investasi, emas juga berperan sebagai pelindung nilai asset yang anda miliki dar pengaruh inflasi.

Untuk memulai berinvestasi emas, tentunya anda harus menentukan serta mengetahui apa maksud dan tujuan anda berinvestasi emas. Apakah anda gunakan sebagai instrument investasi atau hanya untuk dipakai?
Apabila anda ingin berinvestasi ada baiknya untuk memilih emas batangan atau emas koin (koin dinar), jika hanya untuk dipakai tentunya pilihlah dalam bentuk perhiasan yang anda sukai.

Beberapa tips pemilihan emas:

Membeli Emas berarti Melindungi Kekayaan Anda

Tahukah Anda bagaimana cara perusahaan-perusahaan besar melindungi aset bisnisnya? Mereka memiliki cara melindungi aset dengan hedging. Sebagai contoh saja, misal perusahaan tersebut memiliki hutang dalam bentuk valuta asing yang jatuh tempo dalam lima tahun yang akan datang. Maka perusahaan tersebut akan meneken kontrak pembelian valuta asing pada nilai yang disepakati, dengan tanggal realisasi sesuai jatuh tempo hutang. Memang ada biaya yang dikenakan, tapi bagi perusahaan besar tidak jadi masalah. Lebih baik membayar biaya yang besarnya dapat dipastikan, daripada menanggung resiko yang tidak terbatas. Dengan kata lain lebih baik membayar biaya untuk memperoleh nilai kurs yang terjangkau, daripada menghadapi resiko membengkaknya hutang berlipat ganda akibat gejolak nilai tukar.

Untuk kita, masyarakat umum, tentunya agak sulit untuk melakukan hedging seperti yang dilakukan perusahaan besar. Karena tentunya lebih rumit dan akses pun terbatas, dan aset yang dimilikipun tidak selalu terkait dengan nilai dollar. Karena itu, hedging yang bisa dilakukan untuk masyarakat umum yaitu dengan membeli emas atau menabung dalam bentuk emas.

Emas sebagai Hedging

Bagi masyarakat di Indonesia, seharusnya berinvestasi dalam emas lebih diperhatikan dibandingkan investasi lainnya dikarenakan perekonomian indonesia sering kali rentan terhadap krisis. Begitu terjadi krisis, nilai rupiah anjlok dan sebagai besar masyarakat akan kehilangan daya beli dan menurun kesejahteraannya. Secara struktural, ekonomi indonesia cukup rawan terhadap inflasi. Selalu saja ada alasan untuk menaikkan harga barang-barang pokok. Pemerintah bisa menaikkan BBM, dan pengusaha bisa menaikkan harga barang dan jasa, dan akibatnya rupiah selalu jadi kehilangan nilainya.

Sebagai contoh berapakah nilai satu dollar AS terhadap rupiah? Jawabannya adalah bukan Rp.10.000,- melainkan Rp.1.000.000,-  sebab pada tahun sekitar 1960han, pemerintah pernah melakukan pemotongan nilai rupiah dari Rp.1000,- ke Rp.1. Kebijakan saat itu menghancurkan daya beli masyarakat, tetapi tetap ditempuh pemerintah untuk menyeimbangkan kembali perekonomian makro.

Mengenal Logam Mulia

Perlu Anda ketahui bahwa logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi tertua sepanjang sejarah umat manusia. Sejak zaman dahulu, logam mulia telah menjadi alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam kurun waktu yang panjang. Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa / negara, logam mulia : emas tetap menunjukkan keperkasaannya.

Ada anggapan bahwa bila investor sudah memiliki saham, obligasi, reksa dana dan properti maka ia telah terdiversifikasi, akan tetapi apabila logam mulia : emas dan perak, dll belum masuk dalam portofolio investasi mereka, maka mereka sesungguhnya belum benar-benar terdiversifikasi. Seorang Investor yang sukses adalah investor yang memilih secara tepat instrumen investasi unggulan, dan membeli dengan harga murah dan meraih keuntungan manakala harganya naik secara signifikan. Biarpun logam mulia belum terjangkau radar investasi pada investor kebanyakan, sesungguhnya logam mulia mempunyai potensi imbah hasil yang cukup baik di masa depan. Memang logam mulia bersifat defensif yaitu untuk melindungi Anda dari perekonomian yang memburuk. Tapi logam mulia juga bisa ofensif untuk mencari keuntungan tinggi melalui spekulasi. Memang lebih disarankan, investor menggunakan logam mulia untuk yang lebih bersifat defensif atau lindung nilai dibandingkan dengan yang infensif.

Memilih Investasi di Instrumen Emas

Orang-orang yang suka berinvestasi di emas atau disebut juga dengan pecinta emas meyakini bahwa akan adanya kejatuhan dollar dimasa depan atau mungkin sekarang ini sudah mulai dirasakan. Dan kalau nilai dollar jatuh yang merupakan mata uang paling berpengaruh di dunia yang merupakan mata uang amerika serikat turun terus harganya dan menjadi kurang berharga maka pada saat itulah harga emas akan naik dan membumbung tinggi, menghasilkan return dan lindung nilai.

Dan pada saat dunia penuh dengan ketidak pastian, ketika potensi return berinvestasi pada instrumen lain seperti saham dan obligasi tidak lagi menarik dan dianggap tidak mampu mengompensasi resiko yang ada, maka investor akan mengalihkan dananya ke dalam aset riil seperti logam mulia (Emas) ataupun properti yang dianggap lebih layak dan aman.

Belajar Investasi Emas

Anda belum tahu cara investasi di emas, dalam artikel ini akan dibahas mengenai investasi dalam emas. Mari kita mulai… Investasi di Emas bisa dalam beberapa jenis atau media emas seperti emas batangan, koin emas, tabungan emas, sertifikat emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun sampai dengan membeli kontrak berjangka komoditi emas.

Dan memang, banyak orang saat ini merasa bila tidak pegang emas secara fisik maka belum mantap, dan dalam artikel ini akan coba diulas mengenai investasi dalam emas batangan, koin emas, dll dan memiliki bentuk fisiknya.

Bahkan Investor Besar pun lari ke Emas

Dalam sebuah interviewnya Eric Sprott, Chairman dan pendiri Sprott Asset Management Inc. Canada mengungkapkan bahwa Amerika baru dalam tahap awal depresi yang akan mendorong harga emas naik lebih dari dua kali dari sekarang - perkiraan dia akan berada pada kisaran angka US$ 2000/ oz.

Pendapat Eric Sprott ini menjadi perhatian dunia karena selain dia mengelola dana yang besarnya US$ 4.5 Milyar; pernyataan-pernyataannya sebelumnya juga banyak yang terbukti. Beberapa bulan sebelum tragedi Lehman Brothers dan Bear Stearns & Co. misalnya, Eric sudah mengingatkan akan apa yang disebut systemic financial melt down.